Aku pernah menyerah pada rasa
Diperbudak oleh nafsu fana
Terpuruk hanya karna cinta dunia
Aku tak lagi mengenali jati diri
Tak sanggup bangun apalagi berdiri
Mimpi menghancurkanku
Berharap datang dalam nyataku
Tapi
Praharalah yang justru kutemu
Pesakitanlah yang kuterima dan serupa pengorbanan yang tersia sia
Topang aku duhai Engkau Yang Maha Tahu
Tuntun kembali aku kejalanMU
Cukup tamparan ini memperingatkanku
Bahwa dia tak lebih berarti dari pada apa yang telah EngKAU anugerahkan kepadaku
Ampuni aku duhai EngKAU Yang Maha Pengampun..
Ya AllAH..
Ya Robb..
Amiin
30 Juni 2014
Jumat, 17 Oktober 2014
Cinta dan rintihannya
Siapa aku kini dimatamu
Tak lebih dari sekedar lawan bicara
Aku telah menjelma sama
Ter ubah aku seperti teman perempuan perempuanmu
Tak ada lagikah istimewaku dihati
cinta atau hanya obsesi takut kehilangan semata yang kau berikan?
Luruh air mata setiap parasmu menjelma didepan mata
Berontak hati mengebu merindukanmu
Sesak ini masih sama rasanya
Aku mencintai tapi kamu tidak lagi
Dinginmu membeku menusuk hati
Sosokmu tak lagi bisa kukenali
Pelan namun pasti kan kubawa cinta ini pergi tanpa permisi
05 Juli 2014
Tak lebih dari sekedar lawan bicara
Aku telah menjelma sama
Ter ubah aku seperti teman perempuan perempuanmu
Tak ada lagikah istimewaku dihati
cinta atau hanya obsesi takut kehilangan semata yang kau berikan?
Luruh air mata setiap parasmu menjelma didepan mata
Berontak hati mengebu merindukanmu
Sesak ini masih sama rasanya
Aku mencintai tapi kamu tidak lagi
Dinginmu membeku menusuk hati
Sosokmu tak lagi bisa kukenali
Pelan namun pasti kan kubawa cinta ini pergi tanpa permisi
05 Juli 2014
Rahasia masa
Bersama hujan melucutin badan
Prahara mengombang ambingkan jati diri
Bak perahu patah kemudi teramuk badai terlempar gelombang
Aku terhuyung tak terarahkan
Kemana akan berlindung sedang tempat bertambat tak jua kudapat
Antara hidup dan maut
Gelombang menghempaskan kencang diantara karang karang
Dan ketakutan membuatku jadi pengecut
Dengan terbata bata kukerahkan kembali akal pikiran
Kuelus kutembus lembut dengan halus
Agar ketakutan berubah menjadi keakraban dan berganti pengertian
Gelegar badai bertalu talu
Hujanpun tak kunjung henti menderu
Apa yg akan terjadi
Tak kan terungkap lebih dini
karena ini adalah rahasia Sang ILLAHI...
16 Juli 2014
Prahara mengombang ambingkan jati diri
Bak perahu patah kemudi teramuk badai terlempar gelombang
Aku terhuyung tak terarahkan
Kemana akan berlindung sedang tempat bertambat tak jua kudapat
Antara hidup dan maut
Gelombang menghempaskan kencang diantara karang karang
Dan ketakutan membuatku jadi pengecut
Dengan terbata bata kukerahkan kembali akal pikiran
Kuelus kutembus lembut dengan halus
Agar ketakutan berubah menjadi keakraban dan berganti pengertian
Gelegar badai bertalu talu
Hujanpun tak kunjung henti menderu
Apa yg akan terjadi
Tak kan terungkap lebih dini
karena ini adalah rahasia Sang ILLAHI...
16 Juli 2014
Tak ada lagi aku di antaranya
Di binarnya mata nanar aku menatapmu
Kutarik paksa lengkungan garis dari bibirku
Dan berhasil kucipta senyum walau dalam hati hujamnya tak jua henti
Satu alenia yang pernah tercipta
Tak ada lagi aku diantaranya
Bait yang dulu memujaku
Kini bukan lagi milikku
AKu menghargai satu pesan yang tak kau ungkapkan
Tlah kuraba dan kueja dengan seksama
Pesan panjang yang tercipta menggairahkan bara
Semakin dalam kuselami semakin sesak pula kuhirup udara
Kukembangkan penuh dengan senyuman
Namun bendungpun tak mampu menampung dan pecahlah semua
19 jULI 2014
Kutarik paksa lengkungan garis dari bibirku
Dan berhasil kucipta senyum walau dalam hati hujamnya tak jua henti
Satu alenia yang pernah tercipta
Tak ada lagi aku diantaranya
Bait yang dulu memujaku
Kini bukan lagi milikku
AKu menghargai satu pesan yang tak kau ungkapkan
Tlah kuraba dan kueja dengan seksama
Pesan panjang yang tercipta menggairahkan bara
Semakin dalam kuselami semakin sesak pula kuhirup udara
Kukembangkan penuh dengan senyuman
Namun bendungpun tak mampu menampung dan pecahlah semua
19 jULI 2014
Perdebatan rasa
Kepada bentang tak bersekat
saat awan merayap meninggi kutitip rindu dipunggungmu,
semoga kau jatuhkan tepat dijantung kekasihku
Namun
Tepat dibawah rembulan memerah
Aku tatap engkau lekat lekat
Kudapati binar nyala matamu tepat dibulatnya
Ternyata ada dia bukannya aku
Separuh bentang terlewat sudah,perdebatan rasa tak jua sirna
kuusir rindu namun hati merintih memanggil namamu
Harus bagaimana aku sedang engkau tak lagi menginggatku..
22 Juli 2014
saat awan merayap meninggi kutitip rindu dipunggungmu,
semoga kau jatuhkan tepat dijantung kekasihku
Namun
Tepat dibawah rembulan memerah
Aku tatap engkau lekat lekat
Kudapati binar nyala matamu tepat dibulatnya
Ternyata ada dia bukannya aku
Separuh bentang terlewat sudah,perdebatan rasa tak jua sirna
kuusir rindu namun hati merintih memanggil namamu
Harus bagaimana aku sedang engkau tak lagi menginggatku..
22 Juli 2014
Purnama sibatangkara
Akulah sebatang kara
Dedaun kering diantara dahan dan ranting
Wahai engkau angin
Datanglah dengan lenggang gemulaimu
Rontokkan segala keringku
Biar aku jatuh dan berhamburan
Terhempas diatas tanah dan terlindas
Akulah sebatang kara
Menunggu jedah saat purnama tiba
Berganti musim ditengah kering yang melanda
Berharap istimewa purnama membawa hujan sejukkan dahan
Akulah sebatang kara
Penikmat istimewanya purnama yang tak lg sempurna
Mengajak menuntunku ke masa lalu
Saat indah aku bersimpuh
Dikakimu
Kini menjelma tersungkur aku diatas pusaramu
wahai engkau Sang Empunya Alam
Kutitipkan selarik doa setangkup permintaan
Lapangkanlah,sayangi
lah,serta tempatkanlah mereka diantara tempat
tempat terbaikMU..
Amiin..
Ya AllAH Amiin..
26 Juli 2014
Dedaun kering diantara dahan dan ranting
Wahai engkau angin
Datanglah dengan lenggang gemulaimu
Rontokkan segala keringku
Biar aku jatuh dan berhamburan
Terhempas diatas tanah dan terlindas
Akulah sebatang kara
Menunggu jedah saat purnama tiba
Berganti musim ditengah kering yang melanda
Berharap istimewa purnama membawa hujan sejukkan dahan
Akulah sebatang kara
Penikmat istimewanya purnama yang tak lg sempurna
Mengajak menuntunku ke masa lalu
Saat indah aku bersimpuh
Dikakimu
Kini menjelma tersungkur aku diatas pusaramu
wahai engkau Sang Empunya Alam
Kutitipkan selarik doa setangkup permintaan
Lapangkanlah,sayangi
lah,serta tempatkanlah mereka diantara tempat
tempat terbaikMU..
Amiin..
Ya AllAH Amiin..
26 Juli 2014
Dalam sepotong hati
Engkau hadir kala sepi menyambangi
Tatkala sepasukan sunyi bersenjata airmata melumpuhkan jiwa
Aku terjebak
Dalam kelam disinggasana malam
Kukira bintang yang berkilauan nyatanya mata belati yang bersilauan
Aku buta
Arah hati juga kebenarannya
Kukira kesejatian cinta yang kuterima
Tak kusangka welas asih kasihan yang dia berikan
Oh dunia dalam hati
Tak seorangpun mampu mengerti
Sedalam apa ku selami tak pula ku temu satu jawab pasti
Luasmu melebihi batas pandang para netra
Dalammu tak terkira oleh ukuran dunia
Aku mengerti
Tak seharusnya aku selami
Kedalaman sebuah hati yang tiada kira ujung pangkalnya
Pulang
Aku kembali pulang
Terima kasih untuk
Telah ikhlas menemani menyediakan bahu tempatku bersandar walo sejenak
01 Agustus 2014
Tatkala sepasukan sunyi bersenjata airmata melumpuhkan jiwa
Aku terjebak
Dalam kelam disinggasana malam
Kukira bintang yang berkilauan nyatanya mata belati yang bersilauan
Aku buta
Arah hati juga kebenarannya
Kukira kesejatian cinta yang kuterima
Tak kusangka welas asih kasihan yang dia berikan
Oh dunia dalam hati
Tak seorangpun mampu mengerti
Sedalam apa ku selami tak pula ku temu satu jawab pasti
Luasmu melebihi batas pandang para netra
Dalammu tak terkira oleh ukuran dunia
Aku mengerti
Tak seharusnya aku selami
Kedalaman sebuah hati yang tiada kira ujung pangkalnya
Pulang
Aku kembali pulang
Terima kasih untuk
Telah ikhlas menemani menyediakan bahu tempatku bersandar walo sejenak
01 Agustus 2014
Aku dan heningku
Akulah hening
Yang didera sunyi juga sepi yang terasing
Berhiaskan kelam kesendirian
Bersaji renungan yang memenuhi mimpimimpi dalam hati
Akulah hening
Yang termenung terasing
bersembunyi dalam rahasia diri
Tawa tangis takut berani tak bisa lagi terpahami
Haruskah aku telusuri
Seluruh kolong isi semesta ini
Hanya untuk menemukan satu tempat untukku istirahat
Juga seorang yang sudi memahami suara jiwa ini
Akulah hening
Dengan gelap yang erat mendekap,memeluk menyelimuti
Saat fajar menemani lelap mata ini
Akulah hening
Yang berteman bayang bayang tubuh rapuh yang mengikuti
Juga bayang bayang jiwa yang selalu membawa ketempat dimana ia tak juga dimengerti pikiranku
Kala senja kembali berbaring
Kurasakan kesenangan dalam kesedihan
Juga kenikmatan dalam kesakitan
Akulah hening
Dalam kebesaran jubah sang malam yang terasing
26 Juli 2014
Yang didera sunyi juga sepi yang terasing
Berhiaskan kelam kesendirian
Bersaji renungan yang memenuhi mimpimimpi dalam hati
Akulah hening
Yang termenung terasing
bersembunyi dalam rahasia diri
Tawa tangis takut berani tak bisa lagi terpahami
Haruskah aku telusuri
Seluruh kolong isi semesta ini
Hanya untuk menemukan satu tempat untukku istirahat
Juga seorang yang sudi memahami suara jiwa ini
Akulah hening
Dengan gelap yang erat mendekap,memeluk menyelimuti
Saat fajar menemani lelap mata ini
Akulah hening
Yang berteman bayang bayang tubuh rapuh yang mengikuti
Juga bayang bayang jiwa yang selalu membawa ketempat dimana ia tak juga dimengerti pikiranku
Kala senja kembali berbaring
Kurasakan kesenangan dalam kesedihan
Juga kenikmatan dalam kesakitan
Akulah hening
Dalam kebesaran jubah sang malam yang terasing
26 Juli 2014
Jejak sang petualang
Arakarakan camar diperbatasan
Sahut menyahut riuh berdendang
Menyambut senja datang bersama sang petualang
Petualang cinta mayapada
Lirih risau desah si murai
Membawa rindu dibatas waktu
Menatap camar nanar terbisu
Melihat si murai sedang beradu cumbu
Tiba waktu Sang petualang
Tinggalkan jejak dipersinggahan
Jejak cintanya yang sementara
Guna lengkapi kisah dalam hidupnya
Duhai engkau sang petualang
Kapan jeramu datang bertandang
Akankah berhenti pada satu hati
Damai menikmati hidup dengan Ridho IllAHI..
22 Juli 2014
Sahut menyahut riuh berdendang
Menyambut senja datang bersama sang petualang
Petualang cinta mayapada
Lirih risau desah si murai
Membawa rindu dibatas waktu
Menatap camar nanar terbisu
Melihat si murai sedang beradu cumbu
Tiba waktu Sang petualang
Tinggalkan jejak dipersinggahan
Jejak cintanya yang sementara
Guna lengkapi kisah dalam hidupnya
Duhai engkau sang petualang
Kapan jeramu datang bertandang
Akankah berhenti pada satu hati
Damai menikmati hidup dengan Ridho IllAHI..
22 Juli 2014
Sebagaimana cinta
kemari sayank,,, mendekatlah..
akan kuajari kau mencintai jarak..
sebagaimana cinta yang telah mengajari ku ketabahan dalam bertahan dan berjuang
Walau pada akhirnya
jarak membuat kita kembali berjauhan,,
Dan cinta juga mengajariku
ketabahan untuk selalu menerima
kekalahan-kekalahan,
Sebelum akhirnya aku engkau tinggalkan..
21 Juli 2014
akan kuajari kau mencintai jarak..
sebagaimana cinta yang telah mengajari ku ketabahan dalam bertahan dan berjuang
Walau pada akhirnya
jarak membuat kita kembali berjauhan,,
Dan cinta juga mengajariku
ketabahan untuk selalu menerima
kekalahan-kekalahan,
Sebelum akhirnya aku engkau tinggalkan..
21 Juli 2014
Malam melenakanku
Aku merindukanmu
Saat pekat membentangkan jubah kebesarannya
Saat Semua menepi dan sunyi
Aku merindukanmu
Dalam tiap rapalan doa doaku
Disetiap tarikan nafasku
Jauh dalam relungan jiwa
Aku merindukanmu
Dalam bentang jarak yang kian tak bersahabat
Malam,,, lewat sunyimu aku mencoba menemui sepotong hati yg terkasih
Lewati sepi aku bercengkrama dengannya
Dan dalam jubahmu malam,,aku pasrah dalam pelukan
Adakah,apakah yang kau rasakan disana,,
cintaa..
Saat pekat membentangkan jubah kebesarannya
Saat Semua menepi dan sunyi
Aku merindukanmu
Dalam tiap rapalan doa doaku
Disetiap tarikan nafasku
Jauh dalam relungan jiwa
Aku merindukanmu
Dalam bentang jarak yang kian tak bersahabat
Malam,,, lewat sunyimu aku mencoba menemui sepotong hati yg terkasih
Lewati sepi aku bercengkrama dengannya
Dan dalam jubahmu malam,,aku pasrah dalam pelukan
Adakah,apakah yang kau rasakan disana,,
cintaa..
09 Juli 2014
Saat rindu berganti musim
Kucoba berbenah
Berdiri lalu berjalan diantara puing puing yg terlanjur berserakan
Semua menyeruak kembali
Sekonyong konyok merobek luka yang telah lama tersembunyi
Kembali dia berkumandang
Seolah suara suara yang mengema dari kedalaman masa silam
Menari gemulai diiringi para penabuh penabuh gendang dengan kidung kidung cinta serta kecantikan
Bak seorang tuna netra aku kembali mendapatkan indera penglihatan
Kembali merasakan kehadiran,
Kembali melihat tempat tempat yang pernah menjadi perjamuan dan
Kembali kurasakan luapan luapan kasih
Suatu kemesraan yang dulu lembut mengembang
Aku letih
Kemana kini lengan tempatku bersandar
Tempat aku menyergap saat lelap
Luapan kenangan telah membuyarkan kesadaran
Rindu yang ku punya tiada terhapuskan
05 Juli 2014
Berdiri lalu berjalan diantara puing puing yg terlanjur berserakan
Semua menyeruak kembali
Sekonyong konyok merobek luka yang telah lama tersembunyi
Kembali dia berkumandang
Seolah suara suara yang mengema dari kedalaman masa silam
Menari gemulai diiringi para penabuh penabuh gendang dengan kidung kidung cinta serta kecantikan
Bak seorang tuna netra aku kembali mendapatkan indera penglihatan
Kembali merasakan kehadiran,
Kembali melihat tempat tempat yang pernah menjadi perjamuan dan
Kembali kurasakan luapan luapan kasih
Suatu kemesraan yang dulu lembut mengembang
Aku letih
Kemana kini lengan tempatku bersandar
Tempat aku menyergap saat lelap
Luapan kenangan telah membuyarkan kesadaran
Rindu yang ku punya tiada terhapuskan
05 Juli 2014
Denting dawai dawai waktu
Denting dawai sang alam telah merekah
Berarak arakan terliput diantara awan
Bersenandung dari hari ke hari
Dan meluapkannya dalam detik detik arahan jarum jam
Dalam denting hening sang malam
Sesosok jiwa melayang menembus pekatnya malam
Mengapung bersama sayap sayap impian
Pasrah menyerah dalam letih kelelahan
Dalam jubah kebesarannya (malam)
merayap jiwa seolah mendekati kematian
pelan perlahan
Melebur diantara sakit dan penderitaan
Bergelut diantara waktu juga maut
01 Juli 2014
Berarak arakan terliput diantara awan
Bersenandung dari hari ke hari
Dan meluapkannya dalam detik detik arahan jarum jam
Dalam denting hening sang malam
Sesosok jiwa melayang menembus pekatnya malam
Mengapung bersama sayap sayap impian
Pasrah menyerah dalam letih kelelahan
Dalam jubah kebesarannya (malam)
merayap jiwa seolah mendekati kematian
pelan perlahan
Melebur diantara sakit dan penderitaan
Bergelut diantara waktu juga maut
01 Juli 2014
Berdamai Dengan Kenangan
"..dada kita pernah sama sama penuh oleh
bekas luka hanya karena hempasan
cinta.
Kita pernah dijatuhkan kenangan
bahkan sempat terperangkap dilabirin
masa silam
Tapi
kita bisa terbebas
hanya karena kita sama sama jatuh cinta
Mari kita berdamai dengan kenangan
yang akan membawa kita berada kembali
dijalan paling depan dari sebuah
kebahagiaan.
Lengkapilah kekuranganku
tutupilah celaku
Dengan begitu semoga kita dapat mengagungkan cinta
bekas luka hanya karena hempasan
cinta.
Kita pernah dijatuhkan kenangan
bahkan sempat terperangkap dilabirin
masa silam
Tapi
kita bisa terbebas
hanya karena kita sama sama jatuh cinta
Mari kita berdamai dengan kenangan
yang akan membawa kita berada kembali
dijalan paling depan dari sebuah
kebahagiaan.
Lengkapilah kekuranganku
tutupilah celaku
Dengan begitu semoga kita dapat mengagungkan cinta
bintang datang senja menghilang
Sepintas
Senja ingin menepi
Melupakan sang jingga dalam peluk temaramnya
Juga segala kenang yang pernah digelarnya sebelum sang malam benar2 menindas habis senja dengan pekatnya
Sejenak
Menghilang
Biarlah mendung mengelarkan hitam diatas
Yang seharusnya tempat senja berdiam
Saat menguji setia menanti sang bulan..
Namun
Dalam tertunduk menyaksikan
sang bulan bersanding bintang
Senja tetap dalam sia
Teguh dipandang sebelah mata
Sudah nasibmu senja
Indahmu penghibur semata
"senja datang sambut sang bulan"
27 Agustus 2014
Senja ingin menepi
Melupakan sang jingga dalam peluk temaramnya
Juga segala kenang yang pernah digelarnya sebelum sang malam benar2 menindas habis senja dengan pekatnya
Sejenak
Menghilang
Biarlah mendung mengelarkan hitam diatas
Yang seharusnya tempat senja berdiam
Saat menguji setia menanti sang bulan..
Namun
Dalam tertunduk menyaksikan
sang bulan bersanding bintang
Senja tetap dalam sia
Teguh dipandang sebelah mata
Sudah nasibmu senja
Indahmu penghibur semata
"senja datang sambut sang bulan"
27 Agustus 2014
Lembah rindu bunga ilalang
Tak hendak beranjak
Dari tengah rerimbun rindu ditepian siluet taman cintaku
Biar kuhirup semerbak
aroma yang
menusuk hidung hingga ke ulu dalam hati
Walo tak jarang ianya terkadang menyesakkan
Sewindu sudah berlalu
Melangkahnya kaki meninggalkan tempatku berdiri
Tanpa pesan ataupun salam perpisahan
Dalam lukisan gerimis kali ini
Memaksaku memejam
Meresapi kembali apa yang pernah aku cicipi
Mungkin juga kelak
Tatkala rerimbun telah berbunga alang alang
Akan ada tempatnya sendiri untuk berpulang
Untukmu rindu merimbun
Dilembah sunyi akan kau temui
Bunga ilalang menjelma noktah
Ditengah sunyinya lembah maya yang tengah berkisah,,
Lembah tempat dulu melarung rindu
Yang Kini tertinggal hanyalah kisah
10 Sebtember 2014
Dari tengah rerimbun rindu ditepian siluet taman cintaku
Biar kuhirup semerbak
aroma yang
menusuk hidung hingga ke ulu dalam hati
Walo tak jarang ianya terkadang menyesakkan
Sewindu sudah berlalu
Melangkahnya kaki meninggalkan tempatku berdiri
Tanpa pesan ataupun salam perpisahan
Dalam lukisan gerimis kali ini
Memaksaku memejam
Meresapi kembali apa yang pernah aku cicipi
Mungkin juga kelak
Tatkala rerimbun telah berbunga alang alang
Akan ada tempatnya sendiri untuk berpulang
Untukmu rindu merimbun
Dilembah sunyi akan kau temui
Bunga ilalang menjelma noktah
Ditengah sunyinya lembah maya yang tengah berkisah,,
Lembah tempat dulu melarung rindu
Yang Kini tertinggal hanyalah kisah
10 Sebtember 2014
Teruntuk Tuanku
Malam yang menggairahkan
Telah Kupoles rindu secantik mungkin, berbalut kerudung jingga aku menantimu diantara rerimbun rindu yg membara
Selamat malam tuan..
sisakan sedikit waktumu untuk puan ,
temanilah dalam lelapnya malam ini
walo sekedar dalam mimpi
kiranya rindu sedikit terobati
23 Agustus 2014
Telah Kupoles rindu secantik mungkin, berbalut kerudung jingga aku menantimu diantara rerimbun rindu yg membara
Selamat malam tuan..
sisakan sedikit waktumu untuk puan ,
temanilah dalam lelapnya malam ini
walo sekedar dalam mimpi
kiranya rindu sedikit terobati
23 Agustus 2014
Serunai senja
Elok serunai dalam balutan senja
Merdu mengalun menciptakan nada
Bertabuh bertalu talu
memanggil namamu di detaknya
jatung dalam dadaku
Dalam lengkungnya
senja membelenggu rasa
Berlapang sabar menantimu jingga
Berdiam menanti diantara bibir
cakrawala nan merona,terkulum ramun digulung ombak samudera
berderai rindu tak jua terurai
Kembang kempis menahan tangis
Detaknya sesak penuh isak
Rindu membuatnya cemburu..
21 Agustus 2014
Merdu mengalun menciptakan nada
Bertabuh bertalu talu
memanggil namamu di detaknya
jatung dalam dadaku
Dalam lengkungnya
senja membelenggu rasa
Berlapang sabar menantimu jingga
Berdiam menanti diantara bibir
cakrawala nan merona,terkulum ramun digulung ombak samudera
berderai rindu tak jua terurai
Kembang kempis menahan tangis
Detaknya sesak penuh isak
Rindu membuatnya cemburu..
21 Agustus 2014
Tembang Lara
Mungkin nasib telah merenggut kebahagian dan membawaku menuju istana dukanya
Serta menjadikannya korban penyiksaan dalam alur kehidupan
Lalu setelah itu menenggelamkan ke dasar puingpuing reruntuhan istana dengan kasarnya
Pesakitanku kini teramat sangat
Saat raga menjelma menjadi seseorang yang mencintai semata bunga
Aromanya sungguh mengetarkan seluruh sendi sendi urat nadi
Namun duri durinya yang tajam telah melukai hati dan menusuk jiwa
Dengarkan rintihan yang menyayat dari jiwaku
Dengarkanlah hati yang sedang menangis pilu
Aku ingin kembali dari jalan yang mennyesatkan
Aku ingin berpaling dan berlindung dari puing puing istana cinta khayalan semata
Wahai Pemberi Anugerah
Ampuni dan kembalikan hamba MU ini ke dalam istana MU yang sejati
26 Juli 2014
Serta menjadikannya korban penyiksaan dalam alur kehidupan
Lalu setelah itu menenggelamkan ke dasar puingpuing reruntuhan istana dengan kasarnya
Pesakitanku kini teramat sangat
Saat raga menjelma menjadi seseorang yang mencintai semata bunga
Aromanya sungguh mengetarkan seluruh sendi sendi urat nadi
Namun duri durinya yang tajam telah melukai hati dan menusuk jiwa
Dengarkan rintihan yang menyayat dari jiwaku
Dengarkanlah hati yang sedang menangis pilu
Aku ingin kembali dari jalan yang mennyesatkan
Aku ingin berpaling dan berlindung dari puing puing istana cinta khayalan semata
Wahai Pemberi Anugerah
Ampuni dan kembalikan hamba MU ini ke dalam istana MU yang sejati
26 Juli 2014
Diambang fajar
Diambang fajar
Dibawah naungan langit yang luas tergelar
sebiduk gugusan bintang bersinar terang
pernah jadi saksi sebuah perjamuan cinta sepasang dara
Di hamparannya buana dini hari
Sepasang dara pernah berpadu seatap langit
Bersaji secawan embun nan anggun
Dan berpunggungan ketika fajar telah keluar
Kini
Untuk kesekian kalinya sang dara kembali mendapati
Mengenang perjamuan seatap langit dini hari
Namun
Semua tak lagi serupa
Yang tersaji hanyalah sehamparan kisah tanpa jedah
Dalam rentang waktu nan bisu berlalu
Semua kisah menguak tinggalkan sesak
Mungkin inilah episode pelengkap dalam kehidupannya
Bahwa kekasihnya pernah hadir tapi tidak untuk tinggal dalam kehidupannya
Tidak...
Karena dara telah ditinggalkan..
20 Juli 2014
Dibawah naungan langit yang luas tergelar
sebiduk gugusan bintang bersinar terang
pernah jadi saksi sebuah perjamuan cinta sepasang dara
Di hamparannya buana dini hari
Sepasang dara pernah berpadu seatap langit
Bersaji secawan embun nan anggun
Dan berpunggungan ketika fajar telah keluar
Kini
Untuk kesekian kalinya sang dara kembali mendapati
Mengenang perjamuan seatap langit dini hari
Namun
Semua tak lagi serupa
Yang tersaji hanyalah sehamparan kisah tanpa jedah
Dalam rentang waktu nan bisu berlalu
Semua kisah menguak tinggalkan sesak
Mungkin inilah episode pelengkap dalam kehidupannya
Bahwa kekasihnya pernah hadir tapi tidak untuk tinggal dalam kehidupannya
Tidak...
Karena dara telah ditinggalkan..
20 Juli 2014
seelok sriwedari
Elok mempesonakan
Bentang sang buana melukis indah mayapada
Berhias Kilau tarian embun nan mempesona
Memancar bak pelangi sriwedari senja hari
Surya membangunkan seisi kolong langit sejagat raya
Mengelus lembut sinarannya dengan penuh cinta
Mengubah musim duka menjadi sukacita
Tertunduk setangkai layu sepojok setra
Menanti kiranya setetes embun pecah dalam kelopaknya,,kembali membasahi menyejukkannya agar
Menambah elok buana dengan warna warna senyumannya
12 Juli 2014
Bentang sang buana melukis indah mayapada
Berhias Kilau tarian embun nan mempesona
Memancar bak pelangi sriwedari senja hari
Surya membangunkan seisi kolong langit sejagat raya
Mengelus lembut sinarannya dengan penuh cinta
Mengubah musim duka menjadi sukacita
Tertunduk setangkai layu sepojok setra
Menanti kiranya setetes embun pecah dalam kelopaknya,,kembali membasahi menyejukkannya agar
Menambah elok buana dengan warna warna senyumannya
12 Juli 2014
Penamu dan Perempuan
Penamu lelaki yang bermata puisi
Usah risaukan jiwa perempuan ini
Lepaskan ikhlas aku melepas
Usah lari berpaling dan sembunyi
Bibirku tetap lembut tersenyum untukmu dari hati
Penamu lelaki bermata puisi
Perempuanmu telah sadarkan diri
Tentang belenggu dan juga jeruji besi pengekang gerak langkah langkah kaki
Jangan lagi berpaling sembunyi
hanya untuk dapatkan sesunging senyum manis jua jamuan romantis
Penamu lelaki
Perempuan yang tak lagi teranggap nyata
Tlah kau buat menguak dan sirna
Terpinggir dibait terakhir
Terhempas diakhir alenia
Penamu lelaki membuat perempuanmu perlahan mati..
02 Juli 2014
Usah risaukan jiwa perempuan ini
Lepaskan ikhlas aku melepas
Usah lari berpaling dan sembunyi
Bibirku tetap lembut tersenyum untukmu dari hati
Penamu lelaki bermata puisi
Perempuanmu telah sadarkan diri
Tentang belenggu dan juga jeruji besi pengekang gerak langkah langkah kaki
Jangan lagi berpaling sembunyi
hanya untuk dapatkan sesunging senyum manis jua jamuan romantis
Penamu lelaki
Perempuan yang tak lagi teranggap nyata
Tlah kau buat menguak dan sirna
Terpinggir dibait terakhir
Terhempas diakhir alenia
Penamu lelaki membuat perempuanmu perlahan mati..
02 Juli 2014
jejakmu dan perempuanmu
Setapak jejak yang tak nampak
Mengabur sirna berbaur pasir
Angin
Terbangkan nyata jejak jejak yang tak lagi sempurna
Jejakmu juga jejak perempuanmu
Nikmatilah
Sepasang yang dulu seirama
Bak kidung kecapi dawai dewa
Kini serengang jemari kanan dan kiri
Tak kan sama berpadu walau serasi
Setapak yang kini tak nyata
Terdiam dibalik kedalaman jiwa
Menyimpan rapi segala duka nestapa jua
Segala suka cita nya
Andai jejak kini hangus terhapus
Putus sudah harapan yang pernah di impian
Namun kenang tak kan lekang
Walau setapak tak lg nampak
Terkadang tengoklah
Nun jauh dikedalaman
Masih dapat kau temui
Sepasang jejak nan abadi dalam bingkai pahatan dinding hati
Pahatan cinta yang dinamakan prasasti
01 Juli 2014
Mengabur sirna berbaur pasir
Angin
Terbangkan nyata jejak jejak yang tak lagi sempurna
Jejakmu juga jejak perempuanmu
Nikmatilah
Sepasang yang dulu seirama
Bak kidung kecapi dawai dewa
Kini serengang jemari kanan dan kiri
Tak kan sama berpadu walau serasi
Setapak yang kini tak nyata
Terdiam dibalik kedalaman jiwa
Menyimpan rapi segala duka nestapa jua
Segala suka cita nya
Andai jejak kini hangus terhapus
Putus sudah harapan yang pernah di impian
Namun kenang tak kan lekang
Walau setapak tak lg nampak
Terkadang tengoklah
Nun jauh dikedalaman
Masih dapat kau temui
Sepasang jejak nan abadi dalam bingkai pahatan dinding hati
Pahatan cinta yang dinamakan prasasti
01 Juli 2014
Perempuan Tengah Malam
Pada bentangan malam nan mencekam
Perempuan Tertatìh merapal mantra
Untuknya,hari tua juga keluarga
Padanya sunyi disandarkan beban hati
Pada sepi diceritakannya nasib diri
Pada dukanya dia cerita tetang luka cinta juga air mata
Perempuan dalam bentang malam nan mencekam
Tersungkur simpuh memeluk pertiwi
Berkali doa dipanjatkannya
Berharap ridho dari yang kuasa
Padanya perempuan
Di bentang malam nan mencekan
berharap temukan damai,cinta juga keikhlasan
Dalam banyaknya uji,coba jua pujian
Sabarkan,kuatkan dan tetap tuntunlah kejalan yang telah ENGKAU tetapkan..
Amiin..
29 Juni 2014
Perempuan Tertatìh merapal mantra
Untuknya,hari tua juga keluarga
Padanya sunyi disandarkan beban hati
Pada sepi diceritakannya nasib diri
Pada dukanya dia cerita tetang luka cinta juga air mata
Perempuan dalam bentang malam nan mencekam
Tersungkur simpuh memeluk pertiwi
Berkali doa dipanjatkannya
Berharap ridho dari yang kuasa
Padanya perempuan
Di bentang malam nan mencekan
berharap temukan damai,cinta juga keikhlasan
Dalam banyaknya uji,coba jua pujian
Sabarkan,kuatkan dan tetap tuntunlah kejalan yang telah ENGKAU tetapkan..
Amiin..
29 Juni 2014
Tembang Jiwa
Yang lahir dari hati
Suara rasa yang tak tercerna
Selaras dengan sunyi
Sebening dengan gendhing hening
Hening
Alunan indah tak terjamah
Mencoba memecah makna akan arti diri yang sebenarnya
Apa itu cinta??
Mencoba berbagi
utarakan makna dibalik rasa dalam jiwa
Bukan membodohi pun mengelabuhi
Tapi tulus dari dasar hati
Tetang damai,indah juga jerit pesakitan yang terlewati
Dalam hening
Desahan tanpa kata
Lantang meneriakkan suara jiwa yang tak teraba
hanya yang peduli yang mengerti
Tanpa menjamah tanpa beradu hati
Sebening gendhing dalam hening
Irama sunyi dalam diri
Nyanyian jiwa dalam rasa
Mengalun indah dalam hati
29 Juni 2014
Suara rasa yang tak tercerna
Selaras dengan sunyi
Sebening dengan gendhing hening
Hening
Alunan indah tak terjamah
Mencoba memecah makna akan arti diri yang sebenarnya
Apa itu cinta??
Mencoba berbagi
utarakan makna dibalik rasa dalam jiwa
Bukan membodohi pun mengelabuhi
Tapi tulus dari dasar hati
Tetang damai,indah juga jerit pesakitan yang terlewati
Dalam hening
Desahan tanpa kata
Lantang meneriakkan suara jiwa yang tak teraba
hanya yang peduli yang mengerti
Tanpa menjamah tanpa beradu hati
Sebening gendhing dalam hening
Irama sunyi dalam diri
Nyanyian jiwa dalam rasa
Mengalun indah dalam hati
29 Juni 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
























