Setapak jejak yang tak nampak
Mengabur sirna berbaur pasir
Angin
Terbangkan nyata jejak jejak yang tak lagi sempurna
Jejakmu juga jejak perempuanmu
Nikmatilah
Sepasang yang dulu seirama
Bak kidung kecapi dawai dewa
Kini serengang jemari kanan dan kiri
Tak kan sama berpadu walau serasi
Setapak yang kini tak nyata
Terdiam dibalik kedalaman jiwa
Menyimpan rapi segala duka nestapa jua
Segala suka cita nya
Andai jejak kini hangus terhapus
Putus sudah harapan yang pernah di impian
Namun kenang tak kan lekang
Walau setapak tak lg nampak
Terkadang tengoklah
Nun jauh dikedalaman
Masih dapat kau temui
Sepasang jejak nan abadi dalam bingkai pahatan dinding hati
Pahatan cinta yang dinamakan prasasti
01 Juli 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar