Jumat, 17 Oktober 2014

Penamu dan Perempuan

Penamu lelaki yang bermata puisi
Usah risaukan jiwa perempuan ini
Lepaskan ikhlas aku melepas
Usah lari berpaling dan sembunyi
Bibirku tetap lembut tersenyum untukmu dari hati

Penamu lelaki bermata puisi
Perempuanmu telah sadarkan diri
Tentang belenggu dan juga jeruji besi pengekang gerak langkah langkah kaki
Jangan lagi berpaling sembunyi
hanya untuk dapatkan sesunging senyum manis jua jamuan romantis

Penamu lelaki

Perempuan yang tak lagi teranggap nyata
Tlah kau buat menguak dan sirna
Terpinggir dibait terakhir
Terhempas diakhir alenia
Penamu lelaki membuat perempuanmu perlahan mati..



02 Juli 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar