Jumat, 17 Oktober 2014

Jejak sang petualang

Arakarakan camar diperbatasan
Sahut menyahut riuh berdendang
Menyambut senja datang bersama sang petualang
Petualang cinta mayapada

Lirih risau desah si murai
Membawa rindu dibatas waktu
Menatap camar nanar terbisu
Melihat si murai sedang beradu cumbu

Tiba waktu Sang petualang
Tinggalkan jejak dipersinggahan
Jejak cintanya yang sementara
Guna lengkapi kisah dalam hidupnya

Duhai engkau sang petualang
Kapan jeramu datang bertandang
Akankah berhenti pada satu hati
Damai menikmati hidup dengan Ridho IllAHI..



22 Juli 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar