Jumat, 17 Oktober 2014

Aku dan heningku

Akulah hening
Yang didera sunyi juga sepi yang terasing
Berhiaskan kelam kesendirian
Bersaji renungan yang memenuhi mimpimimpi dalam hati

Akulah hening
Yang termenung terasing
bersembunyi dalam rahasia diri
Tawa tangis takut berani tak bisa lagi terpahami

Haruskah aku telusuri
Seluruh kolong isi semesta ini
Hanya untuk menemukan satu tempat untukku istirahat
Juga seorang yang sudi memahami suara jiwa ini

Akulah hening
Dengan gelap yang erat mendekap,memeluk menyelimuti
Saat fajar menemani lelap mata ini

Akulah hening
Yang berteman bayang bayang tubuh rapuh yang mengikuti
Juga bayang bayang jiwa yang selalu membawa ketempat dimana ia tak juga dimengerti pikiranku

Kala senja kembali berbaring
Kurasakan kesenangan dalam kesedihan
Juga kenikmatan dalam kesakitan

Akulah hening
Dalam kebesaran jubah sang malam yang terasing



26 Juli 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar