Jumat, 17 Oktober 2014

Saat rindu berganti musim

Kucoba berbenah
Berdiri lalu berjalan diantara puing puing yg terlanjur berserakan
Semua menyeruak kembali
Sekonyong konyok merobek luka yang telah lama tersembunyi

Kembali dia berkumandang
Seolah suara suara yang mengema dari kedalaman masa silam
Menari gemulai diiringi para penabuh penabuh gendang dengan kidung kidung cinta serta kecantikan

Bak seorang tuna netra aku kembali mendapatkan indera penglihatan
Kembali merasakan kehadiran,
Kembali melihat tempat tempat yang pernah menjadi perjamuan dan
Kembali kurasakan luapan luapan kasih
Suatu kemesraan yang dulu lembut mengembang

Aku letih
Kemana kini lengan tempatku bersandar
Tempat aku menyergap saat lelap

Luapan kenangan telah membuyarkan kesadaran
Rindu yang ku punya tiada terhapuskan



05 Juli 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar