Kepada bentang tak bersekat
saat awan merayap meninggi kutitip rindu dipunggungmu,
semoga kau jatuhkan tepat dijantung kekasihku
Namun
Tepat dibawah rembulan memerah
Aku tatap engkau lekat lekat
Kudapati binar nyala matamu tepat dibulatnya
Ternyata ada dia bukannya aku
Separuh bentang terlewat sudah,perdebatan rasa tak jua sirna
kuusir rindu namun hati merintih memanggil namamu
Harus bagaimana aku sedang engkau tak lagi menginggatku..
22 Juli 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar