Bersama hujan melucutin badan
Prahara mengombang ambingkan jati diri
Bak perahu patah kemudi teramuk badai terlempar gelombang
Aku terhuyung tak terarahkan
Kemana akan berlindung sedang tempat bertambat tak jua kudapat
Antara hidup dan maut
Gelombang menghempaskan kencang diantara karang karang
Dan ketakutan membuatku jadi pengecut
Dengan terbata bata kukerahkan kembali akal pikiran
Kuelus kutembus lembut dengan halus
Agar ketakutan berubah menjadi keakraban dan berganti pengertian
Gelegar badai bertalu talu
Hujanpun tak kunjung henti menderu
Apa yg akan terjadi
Tak kan terungkap lebih dini
karena ini adalah rahasia Sang ILLAHI...
16 Juli 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar