Jumat, 17 Oktober 2014

Tembang Lara

Mungkin nasib telah merenggut kebahagian dan membawaku menuju istana dukanya
Serta menjadikannya korban penyiksaan dalam alur kehidupan
Lalu setelah itu menenggelamkan ke dasar puingpuing reruntuhan istana dengan kasarnya

Pesakitanku kini teramat sangat
Saat raga menjelma menjadi seseorang yang mencintai semata bunga
Aromanya sungguh mengetarkan seluruh sendi sendi urat nadi
Namun duri durinya yang tajam telah melukai hati dan menusuk jiwa

Dengarkan rintihan yang menyayat dari jiwaku
Dengarkanlah hati yang sedang menangis pilu
Aku ingin kembali dari jalan yang mennyesatkan
Aku ingin berpaling dan berlindung dari puing puing istana cinta khayalan semata

Wahai Pemberi Anugerah
Ampuni dan kembalikan hamba MU ini ke dalam istana MU yang sejati


26 Juli 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar