Engkau hadir kala sepi menyambangi
Tatkala sepasukan sunyi bersenjata airmata melumpuhkan jiwa
Aku terjebak
Dalam kelam disinggasana malam
Kukira bintang yang berkilauan nyatanya mata belati yang bersilauan
Aku buta
Arah hati juga kebenarannya
Kukira kesejatian cinta yang kuterima
Tak kusangka welas asih kasihan yang dia berikan
Oh dunia dalam hati
Tak seorangpun mampu mengerti
Sedalam apa ku selami tak pula ku temu satu jawab pasti
Luasmu melebihi batas pandang para netra
Dalammu tak terkira oleh ukuran dunia
Aku mengerti
Tak seharusnya aku selami
Kedalaman sebuah hati yang tiada kira ujung pangkalnya
Pulang
Aku kembali pulang
Terima kasih untuk
Telah ikhlas menemani menyediakan bahu tempatku bersandar walo sejenak
01 Agustus 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar