Jumat, 17 Oktober 2014

Dalam sepotong hati

Engkau hadir kala sepi menyambangi
Tatkala sepasukan sunyi bersenjata airmata melumpuhkan jiwa
Aku terjebak
Dalam kelam disinggasana malam
Kukira bintang yang berkilauan nyatanya mata belati yang bersilauan

Aku buta
Arah hati juga kebenarannya
Kukira kesejatian cinta yang kuterima
Tak kusangka welas asih kasihan yang dia berikan

Oh dunia dalam hati
Tak seorangpun mampu mengerti
Sedalam apa ku selami tak pula ku temu satu jawab pasti
Luasmu melebihi batas pandang para netra
Dalammu tak terkira oleh ukuran dunia

Aku mengerti
Tak seharusnya aku selami
Kedalaman sebuah hati yang tiada kira ujung pangkalnya

Pulang
Aku kembali pulang

Terima kasih untuk
Telah ikhlas menemani menyediakan bahu tempatku bersandar walo sejenak



01 Agustus 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar